{"id":125,"date":"2026-10-25T23:47:23","date_gmt":"2026-10-25T23:47:23","guid":{"rendered":"https:\/\/jatislot.info-ku.online\/?p=125"},"modified":"2026-10-25T23:47:24","modified_gmt":"2026-10-25T23:47:24","slug":"muhammad-ali-boxer-legendaris-amerika-yang-dijuluki-the-greatest","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jatislot.info-ku.online\/?p=125","title":{"rendered":"Muhammad Ali: Boxer Legendaris Amerika yang Dijuluki The Greatest"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"683\" height=\"1024\" data-id=\"126\" src=\"https:\/\/jatislot.info-ku.online\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/3830dda1-4565-40bc-8328-5e2867d6c43a-683x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-126\" srcset=\"https:\/\/jatislot.info-ku.online\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/3830dda1-4565-40bc-8328-5e2867d6c43a-683x1024.png 683w, https:\/\/jatislot.info-ku.online\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/3830dda1-4565-40bc-8328-5e2867d6c43a-200x300.png 200w, https:\/\/jatislot.info-ku.online\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/3830dda1-4565-40bc-8328-5e2867d6c43a-768x1152.png 768w, https:\/\/jatislot.info-ku.online\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/3830dda1-4565-40bc-8328-5e2867d6c43a-440x660.png 440w, https:\/\/jatislot.info-ku.online\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/3830dda1-4565-40bc-8328-5e2867d6c43a-680x1020.png 680w, https:\/\/jatislot.info-ku.online\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/3830dda1-4565-40bc-8328-5e2867d6c43a.png 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 683px) 100vw, 683px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Muhammad Ali merupakan salah satu boxer legendaris asal Amerika Serikat yang mengubah sejarah dunia tinju. Ia terkenal karena kecepatan tangan, pergerakan kaki yang lincah, keberanian menghadapi lawan tangguh, dan kepribadian yang penuh percaya diri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Namun, kehebatan Muhammad Ali tidak hanya terlihat di atas ring. Ia juga menjadi simbol keberanian, kebebasan berpendapat, dan perjuangan mempertahankan keyakinan. Berkat prestasi serta pengaruhnya yang luas, dunia mengenalnya dengan julukan <strong>\u201cThe Greatest.\u201d<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Sepanjang kariernya, Ali menghadapi sejumlah petinju kelas berat terbaik, termasuk Joe Frazier, George Foreman, dan Sonny Liston. Pertarungan-pertarungan tersebut membangun reputasinya sebagai salah satu petinju paling berpengaruh sepanjang masa.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Siapa Muhammad Ali?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Muhammad Ali lahir dengan nama Cassius Marcellus Clay Jr. pada 17 Januari 1942 di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. Ia mulai mengenal dunia tinju ketika masih berusia 12 tahun setelah seseorang mencuri sepedanya dan ia bertekad untuk belajar bertarung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Seorang polisi bernama Joe Martin, yang juga melatih tinju, memperkenalkan Ali pada olahraga tersebut. Sejak saat itu, Ali mulai berlatih secara serius dan mengembangkan kemampuan bertarungnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Bakat Ali berkembang dengan cepat. Ia memenangkan medali emas kelas light heavyweight pada Olimpiade Roma 1960. Setelah meraih prestasi tersebut, Ali memutuskan untuk memasuki dunia tinju profesional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Perjalanan itulah yang kemudian membawanya menuju puncak heavyweight boxing.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perjalanan Muhammad Ali Menjadi Juara Dunia<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Muhammad Ali memulai karier profesionalnya pada 1960. Ia segera menarik perhatian publik melalui kemenangan beruntun, kecepatan, dan gaya bicaranya yang penuh percaya diri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Pada 1964, Ali mendapatkan kesempatan untuk menghadapi Sonny Liston dalam perebutan gelar juara dunia kelas berat. Banyak orang menganggap Liston sebagai lawan yang sangat berbahaya karena kekuatan pukulannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Namun, Ali berhasil mengejutkan dunia. Ia mengalahkan Liston dan merebut gelar juara dunia kelas berat pada usia 22 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Kemenangan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam sejarah tinju. Ali membuktikan bahwa kecepatan, teknik, dan strategi dapat mengatasi lawan yang memiliki reputasi sebagai pemukul kuat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Setelah kemenangan itu, Ali terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu petinju kelas berat paling terkenal di dunia.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perubahan Nama Menjadi Muhammad Ali<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Pada 1964, setelah mengumumkan keterlibatannya dalam Nation of Islam, Cassius Clay mulai menggunakan nama Muhammad Ali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Ali menolak nama lamanya karena menganggapnya sebagai nama yang tidak mencerminkan identitas yang ia pilih. Sejak saat itu, nama Muhammad Ali menjadi identitas yang melekat pada dirinya hingga akhir hayat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Keputusan tersebut juga memperlihatkan keberanian Ali dalam menentukan jalan hidupnya sendiri. Ia tidak hanya ingin dikenal sebagai petinju, tetapi juga sebagai seseorang yang berani menyuarakan keyakinannya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Gaya Bertarung Muhammad Ali<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Salah satu alasan Muhammad Ali begitu terkenal adalah gaya bertarungnya yang berbeda dari banyak petinju kelas berat pada masanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Ali menggabungkan kecepatan, kelincahan, refleks, dan kemampuan membaca gerakan lawan. Ia tidak selalu mengandalkan kekuatan pukulan untuk memenangkan pertandingan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Berikut beberapa keunggulan utama gaya bertarung Muhammad Ali.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Kecepatan Tangan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Ali memiliki kecepatan tangan yang luar biasa untuk ukuran petinju kelas berat. Ia dapat melancarkan jab dan kombinasi pukulan sebelum lawan sempat membalas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Kecepatan tersebut membuat lawan kesulitan memprediksi arah serangannya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Footwork yang Lincah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Ali sering bergerak mengelilingi lawan untuk menghindari serangan sekaligus mencari posisi yang menguntungkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Dengan footwork yang baik, ia mampu mengendalikan jarak dan membuat lawan menghabiskan energi untuk mengejarnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Refleks dan Pertahanan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Ali memiliki refleks yang tajam. Ia kerap menghindari pukulan dengan menggerakkan kepala dan tubuh, lalu membalas menggunakan kombinasi cepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Meskipun begitu, gaya pertahanannya terkadang membuatnya menerima pukulan ketika ia terlalu mengandalkan refleks atau membiarkan tangannya berada di posisi rendah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4. Kepercayaan Diri<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Ali sering berbicara tentang kemampuannya sebelum pertandingan. Ia menggunakan kepercayaan diri dan permainan psikologis untuk menarik perhatian publik sekaligus menekan mental lawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Namun, keberhasilannya tidak hanya berasal dari kata-kata. Ali juga memiliki keterampilan teknis dan pengalaman yang mendukung reputasinya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Makna Kalimat \u201cFloat Like a Butterfly, Sting Like a Bee\u201d<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Salah satu ungkapan paling terkenal yang berkaitan dengan Muhammad Ali adalah:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote has-body-color-color has-text-color has-link-color wp-elements-1 is-layout-flow wp-container-core-quote-is-layout-1849eb58 wp-block-quote-is-layout-flow\" style=\"border-style:none;border-width:0px;padding-top:var(--wp--preset--spacing--20);padding-right:var(--wp--preset--spacing--20);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--20);padding-left:var(--wp--preset--spacing--20);font-size:25px\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>\u201cFloat like a butterfly, sting like a bee.\u201d<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Ungkapan tersebut menggambarkan filosofi bertarung Ali. Ia ingin bergerak dengan ringan seperti kupu-kupu, tetapi menyerang dengan cepat dan menyakitkan seperti sengatan lebah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Kalimat itu sangat cocok dengan gaya bertarungnya. Ali menggunakan pergerakan kaki untuk menghindari serangan, kemudian melancarkan pukulan cepat ketika menemukan celah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Karena itu, ungkapan tersebut terus melekat pada namanya dan menjadi salah satu kutipan paling ikonik dalam sejarah olahraga.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Rivalitas Muhammad Ali dan Joe Frazier<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Rivalitas Muhammad Ali dengan Joe Frazier menjadi salah satu persaingan paling terkenal dalam sejarah tinju.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Keduanya memiliki karakter dan gaya bertarung yang berbeda. Ali mengandalkan kecepatan serta pergerakan, sedangkan Frazier terkenal karena tekanan konstan, pukulan hook kiri yang kuat, dan keberanian bertarung dari jarak dekat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Pertemuan pertama mereka berlangsung pada 1971 dalam pertandingan yang dikenal sebagai <em>Fight of the Century<\/em>. Frazier memenangkan pertandingan melalui keputusan mutlak setelah 15 ronde dan memberikan kekalahan profesional pertama kepada Ali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Ali kemudian membalas dengan memenangkan dua pertemuan berikutnya pada 1974 dan 1975.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Pertarungan ketiga mereka berlangsung pada 1975 di Filipina dan dikenal sebagai <strong>\u201cThrilla in Manila.\u201d<\/strong> Pertandingan tersebut berlangsung sangat brutal hingga tim Frazier menghentikan pertarungan sebelum ronde ke-15 dimulai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Rivalitas mereka bukan sekadar persaingan untuk meraih kemenangan. Ketiga pertandingan itu memperlihatkan daya tahan, keberanian, dan kemampuan luar biasa dari dua petinju kelas berat terbaik pada era tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Muhammad Ali vs George Foreman: Rumble in the Jungle<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Pada 30 Oktober 1974, Muhammad Ali menghadapi George Foreman dalam pertandingan bersejarah di Kinshasa, Zaire, yang sekarang bernama Republik Demokratik Kongo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Foreman saat itu memiliki reputasi sebagai pemukul yang sangat kuat. Banyak pengamat memperkirakan bahwa Ali akan kesulitan menghadapi tekanan dan kekuatan pukulannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Namun, Ali menggunakan strategi yang kemudian terkenal dengan nama <strong>Rope-a-Dope<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Ali bersandar pada tali ring, melindungi dirinya, dan membiarkan Foreman melancarkan banyak serangan. Strategi tersebut memaksa Foreman menghabiskan energi, sementara Ali menunggu kesempatan untuk membalas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Ketika Foreman mulai kelelahan, Ali mengambil alih pertandingan dan menjatuhkannya pada ronde kedelapan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Kemenangan itu menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam karier Ali. Ia merebut kembali gelar juara dunia kelas berat dan membuktikan bahwa strategi dapat mengalahkan kekuatan fisik semata.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Muhammad Ali dan Keputusannya Menolak Wajib Militer<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Selain prestasinya dalam tinju, Muhammad Ali juga terkenal karena sikapnya terhadap Perang Vietnam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Pada 1967, Ali menolak memenuhi panggilan wajib militer Amerika Serikat karena alasan keyakinan dan penolakannya terhadap perang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Akibat keputusan tersebut, pihak berwenang mencabut gelar juara tinjunya dan ia kehilangan kesempatan bertanding selama beberapa tahun. Pengadilan juga menjatuhkan hukuman kepadanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Ali mengajukan banding atas kasus tersebut. Pada 1971, Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan hukumannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Peristiwa ini menjadi bagian penting dari sejarah hidup Ali. Ia mempertaruhkan kariernya demi mempertahankan prinsip yang ia yakini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kembalinya Muhammad Ali ke Puncak Tinju<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Setelah melewati masa larangan bertanding, Ali kembali ke ring dan berusaha merebut kembali posisinya di dunia tinju.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Ia menghadapi berbagai lawan tangguh, termasuk Joe Frazier dan George Foreman. Meskipun usianya terus bertambah, Ali tetap menunjukkan kemampuan beradaptasi dan kecerdasan bertarung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Ali kemudian memenangkan kembali gelar juara dunia kelas berat dengan mengalahkan Foreman pada 1974.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Pada 1978, Ali kalah dari Leon Spinks, tetapi berhasil memenangkan pertandingan ulang pada tahun yang sama. Hasil tersebut membuatnya menjadi petinju pertama yang merebut gelar juara dunia kelas berat sebanyak tiga kali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Ali akhirnya mengakhiri karier profesionalnya pada 1981.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Statistik Rekor Muhammad Ali<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Rekor profesional Muhammad Ali menunjukkan konsistensi dan pencapaiannya selama bertahun-tahun di dunia tinju.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table has-medium-font-size\"><table class=\"has-card-bg-color has-text-color has-link-color has-fixed-layout\" style=\"border-width:1px\"><tbody><tr><th>Statistik<\/th><th class=\"has-text-align-right\" data-align=\"right\">Catatan<\/th><\/tr><tr><td>Nama lahir<\/td><td class=\"has-text-align-right\" data-align=\"right\">Cassius Marcellus Clay Jr.<\/td><\/tr><tr><td>Nama terkenal<\/td><td class=\"has-text-align-right\" data-align=\"right\">Muhammad Ali<\/td><\/tr><tr><td>Negara<\/td><td class=\"has-text-align-right\" data-align=\"right\">Amerika Serikat<\/td><\/tr><tr><td>Tanggal lahir<\/td><td class=\"has-text-align-right\" data-align=\"right\">17 Januari 1942<\/td><\/tr><tr><td>Debut profesional<\/td><td class=\"has-text-align-right\" data-align=\"right\">1960<\/td><\/tr><tr><td>Total pertandingan<\/td><td class=\"has-text-align-right\" data-align=\"right\">61<\/td><\/tr><tr><td>Menang<\/td><td class=\"has-text-align-right\" data-align=\"right\">56<\/td><\/tr><tr><td>Menang KO<\/td><td class=\"has-text-align-right\" data-align=\"right\">37<\/td><\/tr><tr><td>Kalah<\/td><td class=\"has-text-align-right\" data-align=\"right\">5<\/td><\/tr><tr><td>Medali Olimpiade<\/td><td class=\"has-text-align-right\" data-align=\"right\">Emas, Roma 1960<\/td><\/tr><tr><td>Kelas bertanding profesional<\/td><td class=\"has-text-align-right\" data-align=\"right\">Heavyweight<\/td><\/tr><tr><td>Julukan<\/td><td class=\"has-text-align-right\" data-align=\"right\">The Greatest<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Ali mencatat 56 kemenangan dari 61 pertandingan profesional, termasuk 37 kemenangan melalui knockout. Namun, statistik tersebut hanya menggambarkan sebagian dari warisannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Ali juga memenangkan gelar juara dunia kelas berat dalam tiga kesempatan berbeda dan menghadapi sejumlah petinju terbaik dari generasinya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengaruh Muhammad Ali terhadap Dunia Tinju<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Muhammad Ali mengubah cara banyak orang memandang olahraga tinju. Sebelum masa kejayaannya, petinju kelas berat sering mendapat perhatian terutama karena kekuatan dan kemampuan knockout.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Ali menunjukkan bahwa kecepatan, footwork, pertahanan, strategi, dan kepribadian juga dapat membentuk seorang juara besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Selain itu, Ali membawa tinju ke panggung budaya yang lebih luas. Pertandingannya menarik perhatian penggemar olahraga, media, dan masyarakat di berbagai negara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Ia juga menginspirasi banyak petinju generasi berikutnya untuk mengembangkan teknik, membangun kepercayaan diri, dan berani memiliki identitas sendiri.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Warisan Muhammad Ali sebagai The Greatest<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Muhammad Ali meninggal dunia pada 3 Juni 2016 di usia 74 tahun. Meskipun demikian, pengaruhnya tetap terasa dalam dunia olahraga dan masyarakat luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Orang-orang mengenangnya bukan hanya karena kemenangan atas Sonny Liston, Joe Frazier, dan George Foreman, tetapi juga karena keberaniannya menghadapi tekanan sosial dan politik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Ali membuktikan bahwa seorang atlet dapat memiliki pengaruh yang melampaui prestasi olahraga. Ia menjadi simbol kepercayaan diri, keteguhan prinsip, dan perjuangan mempertahankan keyakinan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Hingga kini, nama Muhammad Ali tetap menjadi salah satu nama pertama yang muncul ketika orang membicarakan legenda tinju dunia.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Muhammad Ali merupakan boxer legendaris asal Amerika Serikat yang meninggalkan warisan besar dalam sejarah heavyweight boxing. Kecepatan tangan, footwork, refleks, dan kecerdasan bertarung membuatnya berbeda dari banyak petinju pada eranya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Pertarungan melawan Joe Frazier dan George Foreman memperlihatkan kemampuannya menghadapi lawan dengan gaya yang berbeda. Sementara itu, keputusannya menolak wajib militer menunjukkan bahwa prinsip hidupnya sama kuatnya dengan keberaniannya di atas ring.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Dengan rekor 56 kemenangan dan 5 kekalahan, tiga kali merebut gelar juara dunia kelas berat, serta pengaruh yang melampaui olahraga, Muhammad Ali pantas dikenang sebagai <strong>\u201cThe Greatest.\u201d<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" data-id=\"7\" src=\"https:\/\/jatislot.info-ku.online\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/amjayjati-1024x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7\" srcset=\"https:\/\/jatislot.info-ku.online\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/amjayjati-1024x1024.png 1024w, https:\/\/jatislot.info-ku.online\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/amjayjati-150x150.png 150w, https:\/\/jatislot.info-ku.online\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/amjayjati-300x300.png 300w, https:\/\/jatislot.info-ku.online\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/amjayjati-768x768.png 768w, https:\/\/jatislot.info-ku.online\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/amjayjati.png 1254w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>DAFTAR DAN JANGAN MAU KETINGGALAN BERITA TERBARU MAUPUN LAMA TERKAIT DUNIA OLAHRAGA BERSAMA KAMI<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>link : <a href=\"https:\/\/jatislot01a.com\/register\">https:\/\/jatislot01a.com\/register<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Muhammad Ali merupakan salah satu boxer legendaris asal Amerika Serikat yang mengubah sejarah dunia tinju. Ia terkenal karena kecepatan tangan, pergerakan kaki yang lincah, keberanian menghadapi lawan tangguh, dan kepribadian yang penuh percaya diri. Namun, kehebatan Muhammad Ali tidak hanya terlihat di atas ring. Ia juga menjadi simbol keberanian, kebebasan berpendapat, dan perjuangan mempertahankan keyakinan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":127,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7,6,3,15],"tags":[40,35,34,41],"class_list":["post-125","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-olahraga","category-sports","category-kabar","category-sports-jatislot","tag-beritaolahraga","tag-jati-slot","tag-jatislot","tag-sportsjatislot"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jatislot.info-ku.online\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/125","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jatislot.info-ku.online\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jatislot.info-ku.online\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jatislot.info-ku.online\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jatislot.info-ku.online\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=125"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jatislot.info-ku.online\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/125\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":128,"href":"https:\/\/jatislot.info-ku.online\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/125\/revisions\/128"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jatislot.info-ku.online\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/127"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jatislot.info-ku.online\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=125"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jatislot.info-ku.online\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=125"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jatislot.info-ku.online\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=125"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}